6 Hal Anti Mainstream yang Bisa Dilakukan di Destinasi Mainstream Ini

Oleh:   Kastolani Kastolani   |   8/15/2017 05:23:00 PM
Saat berkunjung ke sebuah destinasi wisata biasanya apa yang kamu lakukan? Tentu banyak hal, tapi yang paling pasti adalah foto-foto kan? Yah, kalau menghabiskan liburan dengan foto-foto rasanya sudah amat biasa di destinasi wisata mana pun di dunia. Akan tetapi, baiknya kalau mau liburan kamu lebih bermakna coba lakukan hal lain di luar yang biasanya dilakukan.

Nah berikut ini ada berbagai inspirasi bagaimana melakukan hal anti mainstream yang tidak banyak dilakukan orang lain di tempat wisata yang mainstream. Simak yuk!

1. Ke Pulau Komodo ngga harus liat komodo, coba lihat proses perjalanan sekumpulan kelelawar yang keluar dari peraduan

Ya, saat kamu berwisata ke Pulau Komodo bukan hanya para komodo saja yang bisa menjadi daya tarik, tapi ada banyak sekali keindahan yang ditawarkan. Sebut saja alamnya yang indah. Kamu bisa lihat lensekap yang masih jauh dari tangan-tangan jahil di sana. Tak hanya itu, kamu bisa menikmati sore ketika matahari mulai terbenam sembari memperhatikan sekumpulan kelelawar yang keluar dari peraduannya terbang meliuk-liuk bersama kawannnya.

Untuk menyaksikan pemandangan tersebut dengan lebih dekat kamu bisa menyewa sebuah kapal warga lokal untuk mendekat ke goa tempat persinggahan segerombolan kelelawar itu. Untuk harga sewa yang lebih murah coba kamu melakukannya dengan rombongan teman-teman kamu agar bisa patungan dan mengeluarkan uang dengan lebih hemat.

2. Berenang bersama sekumpulan ikan hiu saat bertandang ke Karimun Jawa 
Memang, kebanyakan orang yang datang ke Karimunjawa adalah untuk melihat indahnya ikan warna warni sambil snorkeling. Supaaya lebih anti mainstream dan mendapatkan pengalaman yang beda dan tak terlupakan, kamu bisa coba berenang dengan ikan hiu di penangkaran yang terpisah sendiri. Lebih tepatnya lagi untuk berenang bersama hiu kamu harus pergi ke area Pulau Menjangan Besar. Memang, pengalaman ini terdengar mengerikan, hanya saja bisa jadi pengalaman sekali seumur hidup.

3. Merasakan pengalaman memakai baju tradisional masyarakat Tionghoa zaman dahulu kala di Klenteng Sam Poo Kong
Berfoto dengan latar belakang klenteng Sam Poo Kong sudah biasa saja. Nah, kalau mau yang luar biasa dan anti mainstream bisa mencoba berfoto dengan baju tradisional masyarakat Tionghoa yang hidup pada zaman dulu kala. Di klenteng tersebut disediakan baju tradisional warna warni yang lengkap dengan aksesoris cantiknya. Tidak hanya baju untuk para wanita, ada juga disediakan oleh pengelola baju untuk para pria.

Jadilah di sana bisa berfoto a la pangeran dan putri Tiongkok seperti yang biasa kita lihat di serial drama Putri Huan Zhu. Bahkan, demi mengikuti tren dan perkembangan zaman, di sini juga disediakan baju Hanbok atau baju tradisional khas Korea. Ukurannya pun beragam, mulai dari anak-anak hingga dewasa semua tersedia.

4. Tidak perlu selalu melamun di pinggiran Pantai Kuta, coba aktivitas yang bikin deg degan seperti Bungee Jumping di pinggir pantai
Jangan melamun terus di pinggir pantai. Memang sih kelihatannya sangat menyenangkan sekaligus menenangkan. Apalagi kalau saat sedang membutuhkan ketenangan di masa suasana hati yang tidak baik. Pantai bagaikan pelarian yang paripurna. Tapi, cobalah sesekali melepaskan kekesalan dan suasana hati yang buruk dengan aktivitas yang menegangkan seperti misalnya, melakukan bungee jumping di pinggir pantai. Wow sekali kan kedengarannya. Memang, bungee jumping identik dilakukan dari atas jembatan yang membentang tinggi di atas sungai besar.

Wajib sekali untuk melakukan ini saat ke pantai Kuta lagi lain kali nanti. Masalahnya, sudah biasa dan mainstream sekali kan untuk melakukan hal yang itu-itu saja di pinggir pantai.

5. Jika lelah mendaki di Gunung Ijen, coba transportasi tradisional yang biasa digunakan masyarakat sana
Apa yang terlintas di pikiran kamu jika mengingat tentang mendaki. Seru, butuh nyali besar, dan melelahkan sudah pasti ada di bayangan kamu. Nah, kalau rasanya sudah lelah mendaki gunung dan saat turun gunung sudah tidak kuat lagi, terutama pendaki pemula, kamu bisa mencoba transportasi tradisional yang biasa digunakan masyarakat sana.

Alat tersebut bentuknya seperti gerobak yang memiliki dua roda. Sebenarnya transportasi ini biasa digunakan untuk mengangkut belerang dari atas gunung ke bawah. Tapi, kamu sebagai pengunjung di sana bisa juga kok menggunakannya. Tinggal siapkan uang sebesar 300 ribu rupiah ya.

6. Ngopi sambil santai di area Goa Kreo Semarang 
Siapa yang tidak tergiur untuk menyesap secangkir kopi di tengah indahnya barisan pepohonan hijau ditemani angin semilir? Pasti semua menginginkannya. Coba jika kamu sudah bosan menyusuri hutan dan menyusuri sungai dengan perahu, kamu mampir ke Gubuk Wit, sebuah kedai kopi di atas pohon. Pastii seru sekali dan akan sulit ditemui di tempat lain.

Banyak sekali sebenarnya kegiatan anti mainstream yang bisa dilakukan di tempat-tempat wisata mainstream. Bagi kamu yang sering traveling pastilah tidak akan kehabisan ide untuk melakukan hal-hal anti mainstream. Nah, yuk rencanakan perjalanan kamu sekarang! Coba cari tiket Garuda Indonesia ke destinasi yang akan kamu kunjungi. Supaya lebih mudah dan dapat promo cari tiket di Reservasi.com!


Tampilkan Komentar